KUALA LUMPUR: Kumpulan Wang Simpanan Pekerja (KWSP), mengisytiharkan kadar dividen 6.35 peratus untuk tahun kewangan berakhir 31 Disember 2013, bayaran dividen paling tinggi sebanyak RM31.20 bilion kepada ahlinya, meningkat 13.66 peratus daripada RM27.45 bilion pada 2012.
Pengerusinya, Tan Sri Samsudin Osman berkata, dengan strategi pelaburan berhemah dan mantap, prestasi KWSP adalah konsisten dan stabil, terutamanya untuk lima tahun sebelumnya.
Katanya, sejak tahun kebelakangan ini, KWSP telah mempelbagaikan portfolio dengan memperluaskan skop aset pelaburan bagi menguruskan risiko pasaran dan menjana pulangan yang konsisten.
“Prestasi pelaburan ini membolehkan KWSP memperoleh 6.97 peratus pulangan pelaburan tahunan (ROI), meningkat 10 mata asas daripada 2012. Ini adalah manifestasi prinsip pelaburan KWSP yang kukuh dan hasil daripada mempelbagaikan portfolio merentasi pasaran dan sektor yang berbeza.
“Pencapaian KWSP mencerminkan keberkesanan dana yang seimbang dan pelbagai dan 2013 adalah tahun yang sangat baik untuk pelaburan ekuiti manakala portfolio pendapatan tetap menunjukkan prestasi lebih baik pada tahun sebelumnya,” katanya dalam kenyataan dikeluarkan di sini.
Sejak krisis kewangan global 2008, KWSP telah mengisytiharkan dividen dikompaun melebihi RM120 bilion kepada ahlinya.
Saiz aset pelaburan KWSP termasuk caruman tahunan bersih telah mencatatkan peningkatan kukuh daripada RM342.01 bilion pada 2008 kepada RM586.66 bilion pada akhir 2013.
Kadar dividen ini diisytiharkan hasil daripada pendapatan pelaburan kasar yang mencatatkan rekod tertinggi sebanyak RM35.00 bilion, meningkat 12.81 peratus daripada RM31.02 bilion yang dicatatkan pada 2012.
Dengan jumlah ahli KWSP meningkat kepada lebih daripada 13 juta, sebanyak RM4.91 bilion diperlukan untuk membayar setiap satu peratus kadar dividen bagi 2013 dan ia 10.06 peratus lebih tinggi berbanding RM4.46 bilion yang dibayar untuk setiap satu peratus kadar dividen pada 2012.
Sumber: hmetro.com.my
Sunday, February 16, 2014
AirAsia Kembali Operasi Penerbangan ke Semarang, Surabaya, Serta Bandung
Jakarta, 16 Februari 2014
(English Version Below)
AirAsia hari ini kembali mengoperasikan penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang, Bandara Internasional Juanda, Surabaya, dan Bandara Internasional Husein Sastranegara, Bandung menyusul dibukanya kembali ketiga bandara tersebut. Penerbangan ke Semarang, Surabaya dan Bandung sebelumnya dihentikan sementara waktu sejak 14 Februari 2014 karena erupsi Gunung Kelud.
Adapun rute penerbangan yang kembali dioperasikan dari Semarang adalah sebagai berikut:
1. Semarang (SRG) - Kuala Lumpur (KUL)
2. Semarang (SRG) - Singapura (SIN)
3. Semarang (SRG) - Surabaya (SUB)
Kemudian rute penerbangan yang kembali dioperasikan dari Surabaya adalah:
1. Surabaya (SUB) - Medan (KNO)
2. Surabaya (SUB) - Bali (DPS)
3. Surabaya (SUB) - Jakarta (CGK)
4. Surabaya (SUB) - Makassar (UPG)
5. Surabaya (SUB) - Bandung (BDO)
6. Surabaya (SUB) - Kuala Lumpur (KUL)
7. Surabaya (SUB) - Singapura (SIN)
8. Surabaya (SUB) - Bangkok (DMK)
9. Surabaya (SUB) - Penang (PEN)
10. Surabaya (SUB) - Johor Bahru (JHB)
Sedangkan rute penerbangan yang kembali dioperasikan dari Bandung adalah sebagai berikut:
1. Bandung (BDO) - Bali (DPS)
2. Bandung (BDO) - Medan (KNO)
3. Bandung (BDO) - Pekanbaru (PKU)
4. Bandung (BDO) - Surabaya (SUB)
5. Bandung (BDO) - Singapura (SIN)
6. Bandung (BDO) - Kuala Lumpur (KUL)
7. Bandung (BDO) - Johor Bahru (JHB)
Sementara itu, seluruh penerbangan dari dan menuju Yogyakarta dan Solo masih dihentikan sementara waktu oleh pihak otoritas bandara setempat sampai pemberitahuan lebih lanjut.
Untuk informasi lebih lanjut dan bantuan, pelanggan AirAsia dapat menghubungi:
1. Call center di nomor 021 2927 0999
2. Ask AirAsia melalui www.airasia.com/ask
3. Kirimkan pertanyaan melalui formulir online di http://www.airasia.com/id/en/e-form.page
4. Live Chat (tersedia melalui Ask AirAsia saat Anda login menggunakan ID keanggotaan AirAsia).
AirAsia akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan memberikan informasi terbaru kepada pelanggan.
Untuk informasi terkini mengenai AirAsia, Anda juga bisa mengikuti Twitter kami (@AirAsiaID) atau Facebook (http://www.facebook.com/airasiaindonesia).
-------------------------------------------------------------------------------
AirAsia Resumes Normal Operations from Semarang, Surabaya and Bandung
Jakarta, 16 February 2014 – AirAsia today resumes normal operations from Ahmad Yani International Airport (Semarang), Juanda International Airport (Surabaya) and Husein Sastranegara International Airport (Bandung) following the resumption of operations at all three airports.
Below is the list of AirAsia flights from Semarang, Surabaya, and Bandung:
Semarang:
1. Semarang (SRG) - Kuala Lumpur (KUL)
2. Semarang (SRG) - Singapore (SIN)
3. Semarang (SRG) - Surabaya (SUB)
Surabaya:
1. Surabaya (SUB) – Bandung (BDO)
2. Surabaya (SUB) - Medan (KNO)
2. Surabaya (SUB) - Bali (DPS)
3. Surabaya (SUB) - Jakarta (CGK)
4. Surabaya (SUB) - Makassar (UPG)
5. Surabaya (SUB) - Kuala Lumpur (KUL)
6. Surabaya (SUB) - Singapore (SIN)
7. Surabaya (SUB) - Bangkok (DMK)
8. Surabaya (SUB) - Penang (PEN)
9. Surabaya (SUB) - Johor Bahru (JHB)
Bandung:
1. Bandung (BDO) – Bali (DPS)
2. Bandung (BDO) – Medan (MES)
3. Bandung (BDO) – Bali (DPS)
4. Bandung (BDO) – Medan (MES)
5. Bandung (BDO) – Pekanbaru (PKU)
6. Bandung (BDO) – Singapore (SIN)
7. Bandung (BDO) – Kuala Lumpur (KUL)
8. Bandung (BDO) – Johor Bahru (JHB)
Meanwhile, all flights from and to Yogyakarta as well as Solo remain temporarily cancelled until further notice due to airports closure.
For more information and assistance, please contact us via:
1. Call center at 021-2927 0999
2. Ask AirAsia via www.airasia.com/ask
3. Submit queries through online form at http://www.airasia.com/id/en/e-form.page
4. Live Chat (available through Ask AirAsia after you login using AirAsia member ID).
AirAsia will continue to monitor the situation closely and will keep guests updated on the developments.
For up-to-date information, please follow our Twitter (@AirAsiaID) or Facebook (http://www.facebook.com/airasiaindonesia).
Sumber: facebook.com/airasiaindonesia
(English Version Below)
AirAsia hari ini kembali mengoperasikan penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang, Bandara Internasional Juanda, Surabaya, dan Bandara Internasional Husein Sastranegara, Bandung menyusul dibukanya kembali ketiga bandara tersebut. Penerbangan ke Semarang, Surabaya dan Bandung sebelumnya dihentikan sementara waktu sejak 14 Februari 2014 karena erupsi Gunung Kelud.
Adapun rute penerbangan yang kembali dioperasikan dari Semarang adalah sebagai berikut:
1. Semarang (SRG) - Kuala Lumpur (KUL)
2. Semarang (SRG) - Singapura (SIN)
3. Semarang (SRG) - Surabaya (SUB)
Kemudian rute penerbangan yang kembali dioperasikan dari Surabaya adalah:
1. Surabaya (SUB) - Medan (KNO)
2. Surabaya (SUB) - Bali (DPS)
3. Surabaya (SUB) - Jakarta (CGK)
4. Surabaya (SUB) - Makassar (UPG)
5. Surabaya (SUB) - Bandung (BDO)
6. Surabaya (SUB) - Kuala Lumpur (KUL)
7. Surabaya (SUB) - Singapura (SIN)
8. Surabaya (SUB) - Bangkok (DMK)
9. Surabaya (SUB) - Penang (PEN)
10. Surabaya (SUB) - Johor Bahru (JHB)
Sedangkan rute penerbangan yang kembali dioperasikan dari Bandung adalah sebagai berikut:
1. Bandung (BDO) - Bali (DPS)
2. Bandung (BDO) - Medan (KNO)
3. Bandung (BDO) - Pekanbaru (PKU)
4. Bandung (BDO) - Surabaya (SUB)
5. Bandung (BDO) - Singapura (SIN)
6. Bandung (BDO) - Kuala Lumpur (KUL)
7. Bandung (BDO) - Johor Bahru (JHB)
Sementara itu, seluruh penerbangan dari dan menuju Yogyakarta dan Solo masih dihentikan sementara waktu oleh pihak otoritas bandara setempat sampai pemberitahuan lebih lanjut.
Untuk informasi lebih lanjut dan bantuan, pelanggan AirAsia dapat menghubungi:
1. Call center di nomor 021 2927 0999
2. Ask AirAsia melalui www.airasia.com/ask
3. Kirimkan pertanyaan melalui formulir online di http://www.airasia.com/id/en/e-form.page
4. Live Chat (tersedia melalui Ask AirAsia saat Anda login menggunakan ID keanggotaan AirAsia).
AirAsia akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan memberikan informasi terbaru kepada pelanggan.
Untuk informasi terkini mengenai AirAsia, Anda juga bisa mengikuti Twitter kami (@AirAsiaID) atau Facebook (http://www.facebook.com/airasiaindonesia).
-------------------------------------------------------------------------------
AirAsia Resumes Normal Operations from Semarang, Surabaya and Bandung
Jakarta, 16 February 2014 – AirAsia today resumes normal operations from Ahmad Yani International Airport (Semarang), Juanda International Airport (Surabaya) and Husein Sastranegara International Airport (Bandung) following the resumption of operations at all three airports.
Below is the list of AirAsia flights from Semarang, Surabaya, and Bandung:
Semarang:
1. Semarang (SRG) - Kuala Lumpur (KUL)
2. Semarang (SRG) - Singapore (SIN)
3. Semarang (SRG) - Surabaya (SUB)
Surabaya:
1. Surabaya (SUB) – Bandung (BDO)
2. Surabaya (SUB) - Medan (KNO)
2. Surabaya (SUB) - Bali (DPS)
3. Surabaya (SUB) - Jakarta (CGK)
4. Surabaya (SUB) - Makassar (UPG)
5. Surabaya (SUB) - Kuala Lumpur (KUL)
6. Surabaya (SUB) - Singapore (SIN)
7. Surabaya (SUB) - Bangkok (DMK)
8. Surabaya (SUB) - Penang (PEN)
9. Surabaya (SUB) - Johor Bahru (JHB)
Bandung:
1. Bandung (BDO) – Bali (DPS)
2. Bandung (BDO) – Medan (MES)
3. Bandung (BDO) – Bali (DPS)
4. Bandung (BDO) – Medan (MES)
5. Bandung (BDO) – Pekanbaru (PKU)
6. Bandung (BDO) – Singapore (SIN)
7. Bandung (BDO) – Kuala Lumpur (KUL)
8. Bandung (BDO) – Johor Bahru (JHB)
Meanwhile, all flights from and to Yogyakarta as well as Solo remain temporarily cancelled until further notice due to airports closure.
For more information and assistance, please contact us via:
1. Call center at 021-2927 0999
2. Ask AirAsia via www.airasia.com/ask
3. Submit queries through online form at http://www.airasia.com/id/en/e-form.page
4. Live Chat (available through Ask AirAsia after you login using AirAsia member ID).
AirAsia will continue to monitor the situation closely and will keep guests updated on the developments.
For up-to-date information, please follow our Twitter (@AirAsiaID) or Facebook (http://www.facebook.com/airasiaindonesia).
Sumber: facebook.com/airasiaindonesia
Kantoi di malam valentine
Antara pasangan yang ditahan
NILAI – “Emak dan ayah saya tidak kisah jika saya bersekedudukan kerana mereka tahu hubungan kami," kata seorang pemuda berusia 25 tahun, yang ditahan bersama teman wanitanya ketika sedang seronok memadu asmara di sebuah bilik di hotel di sini, malam kelmarin.
Pekerja sebuah syarikat swasta di Kuala Lumpur itu memberi alasan dia menginap di situ bersama kekasihnya dikenali sebagai ‘Ana’, 28, kerana mahu berehat sementara menunggu penerbangan ke Bangkok jam 6 pagi.
“Kami ‘check in’ jam 8 malam kerana pada jam 6 pagi saya mahu menghantar Ana ke Lapangan Terbang Antarabangsa Kuala Lumpur.
“Dia mahu ke Bangkok tonton perlumbaan motosikal di sana bersama rakan-rakannya, sementara itu kami berehat di sini,” katanya.
Menurutnya, mereka juga sudah merancang untuk berkahwin dan kini dalam proses mengumpul wang.
“Keluarga saya tahu hubungan kami dan jika kami ditahan pada malam ini pun, mereka tidak kisah,” katanya.
Sementara itu, Ketua Unit Operasi Bahagian Penguatkuasaan JHEAINS, Ahmad Zaki Hamzah berkata, mereka antara tiga pasangan kekasih yang ditahan oleh penguatkuasa JHEAINS dalam Ops Valentine di dua buah hotel berasingan di sini.
Menurutnya, kesemua pasangan terbabit berusia lingkungan 20 hingga 30-an itu ditahan kerana melakukan kesalahan di bawah Sekyen 61(1) iaitu percubaan melakukan persetubuhan haram.
“Turut ditahan tiga wanita dan dua lelaki berusia 18 hingga 40 tahun kerana melakukan kesalahan di bawah Seksyen 28 Enakmen Jenayah Syariah iaitu meminum minuman yang memabukkan," katanya.
Malah dalam operasi berkenaan turut ditahan seorang remaja yang sedang menunggu keputusan Sijil Peperiksaan Malaysia (SPM).
Remaja perempuan berusia 18 tahun itu ditahan bersama empat lagi rakannya di sebuah pusat karaoke di sini atas kesalahan meminum minuman memabukkan.
“Saya mula minum lepas SPM dan biasanya saya minum lima cawan sahaja sebab baru belajar. Bila tertekan, saya akan minum arak,” katanya.
Sementara itu, di PORT DICKSON, pasangan muda berusia lingkungan awal 20-an merupakan yang paling ramai ditemui berdua-duaan di tepi pantai semasa Kempen Sayangi Diri anjuran Jabatan Amal Dewan Pemuda Pas Negeri Sembilan diadakan malam kelmarin.
Kebanyakan pasangan tersebut sedang menuntut di institusi pengajian tinggi awam dan swasta (IPTA/IPTS) sekitar Negeri Sembilan.
Pengarah Kempen Sayangi Diri, Mahfuz Roslan berkata, kempen ini untuk menyantuni golongan yang belum bernikah tetapi bersama pasangan masing-masing dan berkelakuan salah di sisi Islam.
“Kita mahu mendidik masyarakat agar mereka tidak terikut-ikut dengan budaya Barat meraikan hari Valentine.
“Kempen seperti ini julung kali dilakukan Jabatan Amal negeri dan dari semasa ke semasa ia akan terus dilaksanakan dengan pendekatan yang lebih pelbagai,” katanya.
Sumber: sinarharian.com.my
NILAI – “Emak dan ayah saya tidak kisah jika saya bersekedudukan kerana mereka tahu hubungan kami," kata seorang pemuda berusia 25 tahun, yang ditahan bersama teman wanitanya ketika sedang seronok memadu asmara di sebuah bilik di hotel di sini, malam kelmarin.
Pekerja sebuah syarikat swasta di Kuala Lumpur itu memberi alasan dia menginap di situ bersama kekasihnya dikenali sebagai ‘Ana’, 28, kerana mahu berehat sementara menunggu penerbangan ke Bangkok jam 6 pagi.
“Kami ‘check in’ jam 8 malam kerana pada jam 6 pagi saya mahu menghantar Ana ke Lapangan Terbang Antarabangsa Kuala Lumpur.
“Dia mahu ke Bangkok tonton perlumbaan motosikal di sana bersama rakan-rakannya, sementara itu kami berehat di sini,” katanya.
Menurutnya, mereka juga sudah merancang untuk berkahwin dan kini dalam proses mengumpul wang.
“Keluarga saya tahu hubungan kami dan jika kami ditahan pada malam ini pun, mereka tidak kisah,” katanya.
Sementara itu, Ketua Unit Operasi Bahagian Penguatkuasaan JHEAINS, Ahmad Zaki Hamzah berkata, mereka antara tiga pasangan kekasih yang ditahan oleh penguatkuasa JHEAINS dalam Ops Valentine di dua buah hotel berasingan di sini.
Menurutnya, kesemua pasangan terbabit berusia lingkungan 20 hingga 30-an itu ditahan kerana melakukan kesalahan di bawah Sekyen 61(1) iaitu percubaan melakukan persetubuhan haram.
“Turut ditahan tiga wanita dan dua lelaki berusia 18 hingga 40 tahun kerana melakukan kesalahan di bawah Seksyen 28 Enakmen Jenayah Syariah iaitu meminum minuman yang memabukkan," katanya.
Malah dalam operasi berkenaan turut ditahan seorang remaja yang sedang menunggu keputusan Sijil Peperiksaan Malaysia (SPM).
Remaja perempuan berusia 18 tahun itu ditahan bersama empat lagi rakannya di sebuah pusat karaoke di sini atas kesalahan meminum minuman memabukkan.
“Saya mula minum lepas SPM dan biasanya saya minum lima cawan sahaja sebab baru belajar. Bila tertekan, saya akan minum arak,” katanya.
Sementara itu, di PORT DICKSON, pasangan muda berusia lingkungan awal 20-an merupakan yang paling ramai ditemui berdua-duaan di tepi pantai semasa Kempen Sayangi Diri anjuran Jabatan Amal Dewan Pemuda Pas Negeri Sembilan diadakan malam kelmarin.
Kebanyakan pasangan tersebut sedang menuntut di institusi pengajian tinggi awam dan swasta (IPTA/IPTS) sekitar Negeri Sembilan.
Pengarah Kempen Sayangi Diri, Mahfuz Roslan berkata, kempen ini untuk menyantuni golongan yang belum bernikah tetapi bersama pasangan masing-masing dan berkelakuan salah di sisi Islam.
“Kita mahu mendidik masyarakat agar mereka tidak terikut-ikut dengan budaya Barat meraikan hari Valentine.
“Kempen seperti ini julung kali dilakukan Jabatan Amal negeri dan dari semasa ke semasa ia akan terus dilaksanakan dengan pendekatan yang lebih pelbagai,” katanya.
Sumber: sinarharian.com.my
Saturday, February 15, 2014
Maahad tahfiz kerugian hampir RM400,000 akibat kebakaran
KUANTAN – Sebanyak 17 pelajar Maahad Tahfiz Muhammadiah, Bukit Rangin di sini tinggal sehelai sepinggang apabila bangunan madrasah dua tingkat yang turut menempatkan asrama mereka musnah dalam kebakaran malam tadi.
Kebakaran berlaku kira-kira pukul 10 malam dipercayai bermula dari stor di tingkat atas yang turut menempatkan pejabat, surau dan dua bilik asrama.
Menurut warden asrama Zamroni Husaini, ketika kejadian beliau sedang tidur di tingkat bawah sebelum terasa bahang panas dan terhidu bau asap.
Anggota Bomba dan Penyelamat dari unit Forensik melakukan siasatan punca berlakunya kebakaran di Maahad Tahfiz Muhammadi Bukit Rangin.
Anggota Bomba dan Penyelamat dari unit Forensik melakukan siasatan punca berlakunya kebakaran di Maahad Tahfiz Muhammadi Bukit Rangin.
“Tiba-tiba saya terasa bahang panas dan apabila tersedar, saya lihat api sudah marak di seluruh bangunan.
“Saya berlari keluar tanpa dapat menyelamatkan apa-apa sebelum bertindak menghubungi bomba untuk memaklumkan kejadian dan mujurlah ketika kejadian, semua pelajar menghadiri kuliah di tempat lain,” katanya di tempat kejadian.
Pengetuanya Tengku Muhamad Tengku Jaafar berkata semasa kejadian, beliau bersama 17 pelajar yang berusia lingkungan tujuh hingga 17 tahun sedang mengikuti kuliah agama di Balai Islam dekat Permatang Badak.
“Kebakaran menyebabkan bangunan dua tingkat yang didiami sejak empat tahun lepas rentung dan barangan pelajar seperti pakaian turut musnah yang menyebab kerugian dianggar lebih RM400,000.
“Saya reda dengan ujian ini dan kini semua pelajar akan ditempatkan di bangunan bersebelahan yang kebetulan baru siap dibina,” katanya.
Pegawai Perhubungan Awam Jabatan Bomba dan Penyelamat Pahang, Anuar Hassan berkata anggota dari balai Indera Mahkota, Bukit Ubi dan Taman Tas berjaya memadamkan kebakaran dalam tempoh setengah jam.
“Punca kejadian masih dalam siasatan,” katanya.
Sebarang sumbangan boleh disalurkan kepada
Maahad Tahfizh Muhammadi
0601-0002791-712 (Bank Muamalat)
Tengku Muhamad B. Tengku Jaafar
06-019-02-018201-3 (Bank Islam)
Atau hubungi terus:-
Ustaz Tengku Mohamad
- 013-938 0762
- 09-536 6409
Ustaz Zamroni Al Hasaeni
- 019-374 9419
Hodak nafi khabar angin sertai Harimau Selatan
KEHADIRAN Bojan Hodak (baju putih) menonton perlawanan Liga Perdana di antara JDT II menentang PBAPP di Stadium Pasir Gudang, malam tadi menimbulkan tanda tanya.
KUALA LUMPUR - Desas-desus mengenai bekas jurulatih Kelantan, Bojan Hodak akan menyertai Johor Darul Ta'zim (JDT) atau JDT II sebagai jurulatih tidak benar sama sekali apabila dia menafikan perkara tersebut.
Menurut Hodak: "Ramai yang bercakap tentang saya akan melatih pasukan itu dan ini, tetapi semuanya tidak akan berlaku dan merupakan khabar angin yang sentiasa berputar-putar dalam arena bola sepak.
"Tidak ada sebarang tawaran dan keputusan mengenai perkara ini, saya hanya mahu pergi bercuti di Thailand, tetapi tidak jadi kerana ada perkara tertentu yang perlu diselesaikan," katanya ketika dihubungi Utusan Malaysia semalam.
Ini bukan kali pertama Hodak dikaitkan dengan pasukan tertentu selepas meninggalkan Kelantan musim lalu selepas membimbing pasukan tersebut muncul juara Piala FA dan berjaya melangkah ke perlawanan akhir Piala Malaysia sebelum kecundang kepada Pahang 0-1 di Stadium Shah Alam.
Sebaik meninggalkan Kelantan dia dikaitkan akan melatih pasukan T-Team dengan mendapat tawaran yang lumayan. Dia juga pernah dikaitkan menyertai pasukan yang baharu sahaja dinaikkan ke saingan Liga Perdana musim ini, Pulau Pinang.
"Buat masa sekarang saya tidak melatih mana-mana pasukan, saya hanya menaik taraf lesen jurulatih saya, sekarang seperti di zaman belajar dan perlu menghadapi peperiksaan akhir tahun," katanya.
Jurulatih berusia 42 tahun itu mula dikenali peminat bola sepak tempatan sejak melatih UPB-MyTeam dari 2006 hingga 2009, sebelum berhijrah ke Kemboja untuk melatih pasukan Phnom Penh Crown.
Dia juga pernah menjadi pembantu jurulatih dengan kelab China, Shandong Luneng Taishan sebelum kembali ke Malaysia untuk melatih The Red Warriors dari 2012 hingga tahun lepas dengan cemerlang.
Artikel Penuh: http://www.utusan.com.my/utusan/Sukan/20140215/su_06/Hodak-nafi-khabar-angin-sertai-Harimau-Selatan#ixzz2tNEDvXC3
© Utusan Melayu (M) Bhd
KUALA LUMPUR - Desas-desus mengenai bekas jurulatih Kelantan, Bojan Hodak akan menyertai Johor Darul Ta'zim (JDT) atau JDT II sebagai jurulatih tidak benar sama sekali apabila dia menafikan perkara tersebut.
Menurut Hodak: "Ramai yang bercakap tentang saya akan melatih pasukan itu dan ini, tetapi semuanya tidak akan berlaku dan merupakan khabar angin yang sentiasa berputar-putar dalam arena bola sepak.
"Tidak ada sebarang tawaran dan keputusan mengenai perkara ini, saya hanya mahu pergi bercuti di Thailand, tetapi tidak jadi kerana ada perkara tertentu yang perlu diselesaikan," katanya ketika dihubungi Utusan Malaysia semalam.
Ini bukan kali pertama Hodak dikaitkan dengan pasukan tertentu selepas meninggalkan Kelantan musim lalu selepas membimbing pasukan tersebut muncul juara Piala FA dan berjaya melangkah ke perlawanan akhir Piala Malaysia sebelum kecundang kepada Pahang 0-1 di Stadium Shah Alam.
Sebaik meninggalkan Kelantan dia dikaitkan akan melatih pasukan T-Team dengan mendapat tawaran yang lumayan. Dia juga pernah dikaitkan menyertai pasukan yang baharu sahaja dinaikkan ke saingan Liga Perdana musim ini, Pulau Pinang.
"Buat masa sekarang saya tidak melatih mana-mana pasukan, saya hanya menaik taraf lesen jurulatih saya, sekarang seperti di zaman belajar dan perlu menghadapi peperiksaan akhir tahun," katanya.
Jurulatih berusia 42 tahun itu mula dikenali peminat bola sepak tempatan sejak melatih UPB-MyTeam dari 2006 hingga 2009, sebelum berhijrah ke Kemboja untuk melatih pasukan Phnom Penh Crown.
Dia juga pernah menjadi pembantu jurulatih dengan kelab China, Shandong Luneng Taishan sebelum kembali ke Malaysia untuk melatih The Red Warriors dari 2012 hingga tahun lepas dengan cemerlang.
Artikel Penuh: http://www.utusan.com.my/utusan/Sukan/20140215/su_06/Hodak-nafi-khabar-angin-sertai-Harimau-Selatan#ixzz2tNEDvXC3
© Utusan Melayu (M) Bhd
Subscribe to:
Posts (Atom)






Sil